Jumat, 17 Mei 2013

Bahan dan Alat Membatik

Bahan dan Alat Membatik

Peralatan membatik sangat spesifik dan harganya relatif murah.  Beberapa alat dapat digantikan oleh alat lain yang memiliki fungsi sama, misalnya canting dapat digantikan dengan kuas dengan ujung runcing atau rata.

Adapun bahan dan peralatan yang perlu dipersiapkan untuk membatik adalah :

    Bahan - bahan
        Kain
        Lilin malam
        Pewarna kain
    Alat
        Pensil
        Canting
        Cap
        Anglo / Pemanas
        Wajan
        Bingkai
        Wadah pencelupan

Kain

Semula batik dibuat pada kain katun putih yang disebut kain mori. Namun  dewasa ini berbagai jenis bahan serat alam seperti linen dan sutera serta serat sintetis seperti rayon juga dipakai. Bahan dengan serat benang yang rapat akan menghasilkan batik yang bagus. Sebelum digunakan membatik, bahan kain harus dicuci bersih untuk menghilangkan lapisan kanji pada kain mori agar warna dapat diserap dengan baik.

Setiap jenis  kain memiliki sifat yang berbeda sehingga hasilnya  juga berbeda. Untuk itu kita harus mengenal sifat kain agar dapat memperoleh hasil yang diinginkan.

Katun

Katun merupakan serat alam yang ideal untuk dibatik. Lilin malam dapat diserap dengan baik, begitu juga dengan warna celupan akan   menghasilkan warna-warni terang. Bahan katun terasa lebih nyaman bagi kulit.

Sutera

Lilin malam dapat melekat dengan baik pada kain sutera namun memerlukan pengerjaan yang lebih hati-hati dan cermat karena serat kainnya halus dan mudah robek. Warna yang dihasilkan pada kain sutera lebih kuat dibandingkan jenis kain lainnya. Zat pewarna celupan juga dapat diserap dengan baik ke serat sutera. Efek pewarnaan batik seperti efek air,  dan retakan  dapat dihasilkan dengan sempurna.

Rayon

Pada umumnya serat sintetis kurang cocok dipakai untuk batik karena daya serapnya rendah, kecuali rayon yang memiliki daya serap yang cukup baik.

Pengujian serat kain

Bahan terbaik untuk batik adalah serat alam. Untuk mengetahui apakah suatu bahan berasal dari serat alam atau serat sintetis dapat dilakukan pengujian sebagai berikut.

    Ambil sehelai serat dari kain yang akan diuji
    Bakar serat tersebut dan amati proses pembakarannya
    Serat sintetis akan cepat terbakar dan menghasilkan jelaga sedangkan serat alam lebih lambat terbakar dan sisa pembakarannya berupa abu.

Lilin Malam

Lilin malam  merupakan campuran dari lilin lebah dan parafin. Komposisi yang umum dipakai adalah 30% lilin lebah dan 70% parafin, namun komposisi ini dapat diubah sesuai keinginan untuk mendapatkan efek yang diinginkan. Untuk membedakan antara setiap bagian pola warna pada kain dapat digunakan lilin malam dengan warna berbeda.

Lilin Malam
Pewarna Kain

Lilin malam mudah meleleh dari kain jika terkena panas maka pencelupan warna pada kain batik harus digunakan air dingin. Zat pewarna alami sanga t cocok sebagai pewarna kain batik karena mudah larut dan diserap kain pada kondisi campuran air dingin. Sebagai contoh, warna biru diambil dari daun pohon nila, warna kuning terang hingga coklat tua memakai bahan dari kulit pohon soga, untuk warna merah diibuat dari daun pohon mengkudu. Untuk mendapatkan warna tua maka kain harus direndam berulang kali pada celupan.

Suatu bahan warna dapat dicampur dengan pewarna lainnya untuk memperoleh  warna tertentu seperti warna hijau dari kombinasi kuning dan biru, dan ungu dari biru dengan merah. Pencelupan kain dimulai dari warna muda ke yang lebih tua, misal dimulai dari kuning ke merah lalu coklat.
Pensil dan Canting

Pensil

Pensil digunakan untuk membuat gambar motif pada kain yang akan dibatik. Pilih pensil dengan warna gelap agar mudah terlihat dan tidak meninggalkan bekas pada kain.

Canting

Motif pada batik tulis dibuat dengan cara melapisi lilin pada kain dengan alat yang disebut canting. Canting terbuat dari bambu sebagai pegangan yang dipasangkan mangkok wadah lilin dari tembaga tipis pada ujungnya. Pada mangkok lilin terdapat pipa kecil untuk mengalirkan lilin dari wadah ke kain yang akan diberi motif.

Ukuran canting dibedakan dari besar mulut pipa, ukurannya bervariasi mulai dari 0.5 mm untuk membuat garis tipis, dan ukuran besar untuk garis lebar. Untuk membuat titik-titik atau garis paralel digunakan canting yang mempunyai 3 hingga 9 mulut pipa. 

Cap

Pembuatan motif batik sangat menyita waktu pekerjaan. Untuk memenuhi kebutuhan produksi yang besar dan cepat maka digunakan cap sebagai pengganti canting. Cap digunakan seperti tinta stempel namun peran tinta disini digantikan lilin, cap dilapisi cairan lilin yang lalu ditimpakan pada kain membentuk motif persis seperti yang ada pada cap yang digunakan.

Cap dibuat dari tembaga pipih yang ditekuk membentuk motif tertentu, dan untuk membuat titik dipakai tembaga yang lebih tipis. Susunan tembaga yang sudah lengkap menjadi sebuah motif selanjutnya ditempatkan  pada sebuah pemegang cap. Bentuk dan ukuran bervarisai sesuai dengan motif yang diinginkan. Selain cap tembaga juga terdapat cap kayu yang dibuat dari kayu yang dipahat sesuai motifnya.

Bentuk Cap
(Sumber : www.expat.or.id)
Motif Cap
(Sumber : peteloud.uggle.co.uk)
(Sumber : http://belajar.kemdiknas.go.id/)


Anda Butuh Batik Madura Yang Bagus? Kunjungi Batik Madura Online

Alamat Kantor Kami :
Toko Online Bumi Barokah
Jl. Sumber kembar Dsn. Bungbaruh Ds. Kertagena Daya Kec. Kadur Kab. Pamekasan Madura Jawa Timur 69355
HP: 085257293079 / 0817317151

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar